Siswa Magang Fahmi Akbar : Mengenal Konsep Dasar GIT

Mengenal Konsep Dasar GIT
Sumber gambar : http://www.jurnalweb.com/

Assalamualaikum Wr.Wb

Blog Dhezign.com | Hallo, Sebagai seorang yang faham akan dunia IT tentu kita tidak boleh mengabaikan suatu kegiatan bernama coding. Walaupun kita tidak semua akan menjadi codingers, kita wajib tahu tentang coding dan tools yang digunakan untuk melakukan ritual tersebut.

Salah satu jenis tools yang diperlukan untuk coding adalah version control, salah satunya adalah GIT. Maka izinkan saya untuk memperkenalkan sedikit dasar tentang GIT.

Apa itu “GIT” ? , Git adalah sebuah system managemenet yang mengontrol setiap perubahan/versi. GIT merupakan sebuah sistem yang di ciptakan oleh Linus Torvaids, yang pada awalnya ditujukan untuk pengembangan kernel Linux dan hanya dirancang sebagai mesin tingkat rendah yang dapat digunakan oleh tampilan awal (front end). Namun, selanjutnya GIT telah berkembang menjadi pengontrol revisinya. Dan memiliki function yang sangat beragam.

Baik, cukup untuk perkenalan tentang GIT . Sekarang kita masuk ke konsep dasar dari GIT itu sendiri,

Konsep Dasar Git

Selama menggunakan GIT, kita akan menjumpai beberapa istilah-istilah yang dari awal memang belum dikenali. Jangan khawatir, Seiring dengan pemahaman kalian. Istilah istilah tersebut akan masuk akal. Berikut beberapa istilah yang saya maksud :

Repository : database yang menyimpan semua perubahan yang kita lakukan.

Commit : snapshot (kondisi/tempat file) yang disimpan di repository.

Branch : serangkaian commit yang berkaitan, 1 repository terdiri dari banyak brach.

Master : nama branch default yang diberikan GIT pada waktu kita repository.

Staging area : snapshot dari working folder yang akan disimpan pada commit.

Perintah – Perintah Dasar GIT

Perintah-perintah dasar dari GIT yang paling sering digunakan dan wajib kita kuasai yaitu: git init, git status, git add, git commit, git pull / push, git checkout, git diff, git remote.

Sebetulnya masih banyak fungsi lain dari GIT. Tetapi, mentor kami memberikan fungsi ini karena fungsi ini merupakan fungsi yang sering digunakan, berikut ini adalah Penjelasan nya :

git init: untuk membuat repo lokal baru pada perintah ini akan dibuat sebuah folder baru yang bernama “.git”

git status: untuk melihat status repositroy

git push: untuk menyimpan semua file yang kalian buat

git add: untuk menambahkan file ke dalam repository

git checkout: untuk pindah brach yang lain

git diff: untuk membandingkan perubahan file yang kalian lakukan

git remote: untuk menambahkan remote repository baru

Oke cukup untuk teori nya, kita akan masuk ke praktek sederhana 😀

Praktek Sederhana GIT

Berikut ini adalah contoh penggunaan Git pada sebuah folder berisi text editor (coding) . Pertama masuk terlebih dahulu ke folder text editornya yang ingin ditambahkan ke Git :

cd /…nama project

Langkah berikutnya kita akan membuat repositroy baru dengan perintah :

“git init”

Setelah git init selesai maka akan muncul sebuah folder baru yang bernama “.git”, disinilah seluruh hal yang berhubungan dengan GIT akan tersimpan. Berikutnya kita akan menambahkan seluruh file yang ada didalam folder dengan perintah berikut:

“git add”

Pada tahap ini file yang ditambahkan belum masuk ke repo, perintah git add hanya memberi tanda pada file agar ditambahkan pada git commit berikutnya. Untuk melihat status file yang akan ditambahkan ketik perintah berikut:

“git status”

Langkah selanjutnya yang kita lakukan adalah melakukan git commit untuk menyimpan sebuah perubahan repository dengan perintah :

“git commit . -m “commit yang pertama”

Demikian pengenalan dasar tentang GIT . Mohon maaf atas kesalahan saya , Terima Kasih telah membaca artikel ini. 🙂

Wassalamualaikum Wr. Wb

Note : Jika artikel yang saya tulis kurang lengkap, nih bisa jadi referensi buat kalian untuk belajar lebih dalam tentang GIT https://git-scm.com/book/id/v1/Memulai-Git-Dasar-Git

Loading Facebook Comments ...