Majalah Duit!: Brian Arfi Gagal Jualan Jus, Sukses Di Bisnis Online

Duit-54-Small

Blog Dhezign.com | Dalam salah satu bahasannya (Rubrik Wawancara), Majalah Duit! No. 03/ V/ Maret 2010 halaman 54-56, menuliskan panjang lebar tentang proses berkembangnya PT. DheZign Online Solution.

Duit-55-Small

Duit-56-Small

Berikut ini beberapa poin dari ulasan dalam majalah Duit! tersebut.

Bolak-balik gagal menjadi pengusaha tidak membuat Brian Arfi Faridhi (CEO PT DheZign Online Solution) kapok. Di usianya yang masih sangat muda, namun dengan pencapaian dan prestasi yang patut diacungi jempol apa lagi impian Brian?

Majalah Duit (MD): Kenapa selalu gagal?
Brian Arfi Faridhi (BAF): Faktor penyebab gagal untuk bisnis yang sifatnya mangkal saya tidak terlalu senang mengecek dan mengontrol, jadi akibat lama tidak dicek akhirnya tidak terurus. Dan untuk bisnis yang sifatnya keliling saya tidak sanggup cari karyawannya, karena di bisnis makanan turn over karyawan sangat tinggi.

MD: Kenapa memilih bisnis online? Apakah karena bisnis online tidak butuh modal banyak?
BAF: Stereotip orang yang salah adalah bahwa bisnis online butuh modal sedikit, entry barrier-nya rendah dan semua orang bisa. Itu tidak salah, tapi juga tidak 100 % benar. Artinya ada batas-batas di mana kita bisa melakukan sebuah bisnis tanpa modal. Belum ada expertis di bisnis online, jadi kalau ditekuni dan konsisten suatu saat kita bisa jadi ahlinya.

PernikMuslim.com berkembang karena saya menyenangi internet, bahkan sejak SMP saya sudah merasa yakin bisa cari uang lewat internet. Istri mulai belajar soal program, nah karena kita berdua fokus bisa jalan. Akhirnya kita tambah karyawan, kita tidak mau jadi pedagang yang jagain sendiri dagangannya laku, kapan erkembangnya. Dan parahnya banyak pengusaha online yang maunya jaga sendiri, lalu kapan bisa punya bisnis, itu namanya sekedar dagang.

MD: Bagaimana perjuangan mendirikan DheZign.com?
BAF: Pakai strategi jemput bola. Saya bertugas cari-cari klien, sementara istri yang membuat program dan codingnya. Waktu awal saya menyasar klien dari perusahaan luar negeri, karena biasanya mereka tidak meributkan status hukum perusahaan saya, yang penting kompeten, jadi bisa jalan. Dari situ kita kumpulkan portofolio, baru sekitar tahun 2008 akhirnya kita fokus di lokal, garap UKM di sekitar Surabaya. Dan akhir 2009 kita naikkan target untuk menyasar klien brand nasional. Target kita memang perusahaan yang sudah paham dunia online, sudah menyisihkan bujet khusus untuk online.

MD: Sekarang pencapaian dan target apalagi yang hendak Anda capai?
BAF: Mau cari investor yang juga visioner seperti saya. Yang sudah paham karakter bisnis online yang tidak cepat balik modal tapi menyimpan prospek bagus. Serta melalui Asosiasi Industri Web Indonesia (AIWI) yang baru beberapa waktu lalu dibentuk, ingin menggugah kesadaran pemerintah bahwa industri online itu ada dan berkembang serta berbeda dengan industri TI. Saya tidak mau industri online seperti industri telekomunikasi, yang ketika tumbuh justru dikuasai pihak asing sementara provider lokal mati-matian.

Demikian ulasan wawancara Majalah Duit dengan Brian Arfi Faridhi. Semoga bermanfaat. Untuk lebih jelas dan lengkapnya, Anda bisa membacanya di Majalah Duit!

Loading Facebook Comments ...